Latest Games :
Home » » Flora Fauna Russel Wallace Zona Dunia Lama dan Dunia Baru

Flora Fauna Russel Wallace Zona Dunia Lama dan Dunia Baru

Sabtu, 01 Juni 2013 | 0 komentar



Dalam geologi, periode atau kadang disebut juga dengan zaman, adalah subdivisi waktu geologi yang membagi era menjadi rentang waktu yang lebih kecil. Istilah ekivalen yang digunakan untuk demarkasi lapisan batuan dan catatan fosil adalah sistem; karenanya, batuan Sistem Devon dibentuk pada Periode Devon. Walaupun para ahli paleontologi lebih sering merujuk tahapan fauna dibandingkan periode geologi, istilah ini sering digunakan dalam presentasi populer paleontologi, termasuk dalam buku dan film Jurrasic Park.
Beberapa periode dibagi lagi menjadi unit yang lebih kecil yang disebut kala (epoch). Pada tahun 2004, International Union of Geological Sciences (I.U.G.S.) mengumumkan adanya suatu periode yang disebut Ediakaran pada era Neoproterozoikum, suatu penambahan periode baru yang terjadi setelah 130 tahun.
Eon
Era
Periode
Mulai, Juta
tahun yang lalu
Fanerozoikum
Kenozoikum
Neogen (Miosen/Pliosen/Pleistosen
/Holosen)
23.0
Paleogen (Paleosen/Eosen/Oligosen)
65.5
Mesozoikum
Kapur
145.5
Jura
200
Trias
251
Paleozoikum
300
359
416
444
488
542
Proterozoikum
Neoproterozoikum
Ediakaran
630
 
Fanerozoikum adalah suatu eon pada skala waktu geologi yang memiliki kehidupan hewan yang sangat banyak. Masa ini kurang lebih telah dimulai sejak 545 juta tahun yang lalu sewaktu hewan bercangkang keras pertama kali muncul dan masih berlangsung terus saat ini. Namanya diturunkan dari bahasa Yunani yang berarti “kehidupan kasat mata”, merujuk pada besarnya organisme sejak ledakan Kambrium. Fanerozoikum dibagi menjadi tiga era: Paleozoikum, Mesozoikum, dan Kenozoikum.
Masa sebelum mulainya eon ini disebut Prekambrium yang belakangan dibagi lagi menjadi eon Hadean, Arkean, dan Proterozoikum. Batasan tepat antara Fanerozoikum dan Prekambium agak kurang dapat dipastikan. Pada abad ke-19, batasnya dipatok pada fosil pertama metazoa. Namun, belakangan berhasil diidentifikasi beberapa ratus taksa metazoa Prekambium melalui studi sistematik yang dimulai sejak 1950-an. Kebanyakan ahli geologi dan paleontologi menetapkan batas antara Prekambium dan Fanerozoikum pada beberapa titik: sewaktu trilobita dan arkaeociata pertama kali muncul; sewaktu Trichophycus pedum, suatu organisme penggali kompleks, pertama kali muncul; atau pada kemunculan pertama suatu kelompok organisme kecil bercangkang yang dinamakan “fauna kecil bercangkang”. Tiga titik batas ini memiliki perbedaan beberapa juta tahun satu dengan yang lainnya.
Periode waktu Fanerozoikum mencakup kemunculan pesat banyak filum hewan; evolusi filum-filum tersebut menjadi berbagai bentuk; kemunculan tumbuhan darat; perkembangan tumbuhan kompleks; evolusi ikan; kemunculan hewan darat; serta perkembangan fauna modern. Selama periode ini, lempengan daratan perlahan bergabung menjadi suatu massa daratan tunggal yang disebut Pangea yang selanjutnya terpisah menjadi bentuk-bentuk benua seperti sekarang 
Proterozoikum adalah eon yang mewakili suatu periode sebelum merebaknya kehidupan kompleks pertama di muka Bumi. Masa ini berlangsung antara 2500 sampai 542 (± 1) juta tahun yang lalu dan merupakan tadinya merupakan bagian dari masa Prekambrium. Proterozoikum didahului oleh eon Arkean dan dilanjutkan oleh Fanerozoikum dan terdiri dari tiga era yang berturut-turut dari yang paling tua: Paleoproterozoikum, Mesoproterozoikum, dan Neoproterozoikum.
Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa ini antara lain adalah: transisi menjadi atmosfer beroksigen pada era Mesoproterozoikum; beberapa glasiasi, termasuk terjadinya hipotesis “Bumi Bola Salju” (Snowball Earth) semasa periode Kriogenian pada akhir Neoproterozoikum; serta periode Ediakaran (635 hingga 542 juta tahun yang lalu) yang ditandai dengan evolusi organisme multiselular bertubuh lunak.
Mesozoikum (Bahasa Yunani: μεσο, meso, “antara” dan ζωον, zoon, “hewan” atau berarti “hewan pertengahan”) adalah salah satu dari tiga era geologi pada eon Fanerozoikum. Pembagian waktu menjadi era ini diawali oleh Giovanni Arduino pada abad ke-18, walaupun nama asli yang diberikannya untuk Mesozoikum adalah Sekunder (menjadikan era modern menjadi Tersier). Era yang berlangsung antara Paleozoikum dan Kenozoikum ini sering pula disebut Zaman Kehidupan Pertengahan atau Zaman Dinosaurus, mengikuti nama fauna yang dominan pada masa itu.
Mesozoikum ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan evolusi. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini. Pergeseran ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting lainnya. Iklim hangat yang terjadi sepanjang periode juga memegang peranan penting bagi evolusi dan diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini, dasar-dasar kehidupan modern terbentuk.
Mesozoikum berlangsung kurang lebih selama 180 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Era ini dibagi menjadi tiga periode: Trias, Jura, dan Kapur.
Senozoikum (Bahasa Yunani: καινός, kainos, “baru”, dan ζωή, zoe, “kehidupan”, atau berarti “kehidupan baru”) adalah era terakhir dari tiga era klasik geologi. Era ini berlangsung selama 65,5 juta tahun sampai sekarang, setelah peristiwa kepunahan massal Kapur-Tersier pada akhir periode Kapur yang menandai punahnya dinosaurus tanpa bulu dan berakhirnya era Mesozoikum.
Senozoikum dibagi menjadi dua periode; Paleogen dan Neogen, yang dibagi lagi menjadi beberapa kala (epoch). Paeogen terdiri dari Paleosen, Eosen, dan Oligosen, sedangkan Neogen terdiri dari Miosen, Pliosen, Pleistosen, dan Holosen, yang berlangsung hingga saat ini. Kenozoikum dapat pula dibagi menjadi Tersier (Paleosen dan Pliosen) dan Kuarter (Pleistosen dan Holosen), walaupun kebanyakan ahli geologi saat ini tidak lagi menggunakan pembagian tersebut.
Paleozoikum (Bahasa Yunani: palaio, “tua” dan zoion, “hewan”, berarti “kehidupan purba”) adalah era pertama dari tiga era pada eon Fanerozoikum. Era ini berlangsung pada kurang lebih 542 sampai 251 juta tahun yang lalu, dan dibagi menjadi enam periode, berturut-turut dari yang paling tua: Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Perm. Paleozoikum dilanjutkan dengan era Mesozoikum.
Neoproterozoikum adalah era geologi yang berlangsung antara 1000 hingga 542 juta tahun yang lalu dan merupakan bagian akhir eon Proterozoikum dan masa Prakambrium. Era ini mungkin merupakan salah satu era yang memiliki catatan geologis paling menarik karena Bumi dilanda oleh beberapa glasiasi terparah yang pernah diketahui, sampai-sampai lembaran es bisa mencapai khatulistiwa. Pada bagian akhir era ini, periode Ediakara, ditemukan fosil paling awal kehidupan multisel, termasuk hewan-hewan paling awal. Neoproterozoikum terdiri tiga periode: Tonian, Cryogenian, dan Ediacaran.
Neogen adalah suatu periode bagian dari era Kenozoikum pada skala waktu geologi yang dimulai sejak 23.03 ± 0.05 juta tahun yang lalu, melanjutkan periode Paleogen. Berdasarkan proposal terakhir dari International Commission on Stratigraphy, Neogen terdiri dari kala Miosen, Pliosen, Pleistosen, dan Holosen dan berlangsung hingga saat ini. Sistem Neogen (formal) dan Sistem Tersier (nonformal) merupakan istilah untuk batuan yang terbentuk pada periode ini.
Neogen berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama periode ini, mamalia dan burung berevolusi dengan pesat; genus Homo juga mulai muncul pada periode ini. Bentuk kehidupan lain relatif tidak berubah. Terjadi beberapa gerakan benua, dengan peristiwa yang paling penting adalah terhubungnya Amerika Utara dan Selatan pada akhir Pliosen. Iklim mendingin sepanjang periode ini yang memuncak pada glasiasi kontinental pada sub-era Kuarter (atau kadang disebut juga periode pada beberapa skala waktu).
Paleogen adalah periode dalam skala waktu geologi yang merupakan bagian pertama dari era Kenozoikum dan berlangsung selama 42 juta tahun antara 65,5 ± 0,3 hingga 23,03 ± 0,05 juta tahun yang lalu. Periode ini terdiri dari kala Paleosen, Eosen, dan Oligosen, dan dilanjutkan oleh kala Miosen pada periode Neogen.
Paleogen merupakan saat pertama berkembangnya mamalia dari jumlah yang sedikit dan bentuk yang sederhana, hingga membengkak menjadi beragam jenis pada akhir kepunahan massal yang mengakhiri periode Kapur (era Mesozoikum) sebelumnya. Beberapa mamalia ini akan berevolusi menjadi bentuk yang lebih besar yang mendominasi daratan, dan ada pula yang berevolusi menjadi mampu hidup di lingkungan lautan, daratan khusus, dan bahkan di udara. Burung juga berkembang pesat pada periode ini menjadi kurang lebih bentuk modern yang dikenal saat ini. Cabang kehidupan lain di bumi bertahan relatif tidak berubah dibandingkan dengan perubahan yang dialami burung dan mamalia pada periode ini. Iklim menjadi lebih dingin sepanjang Paleogen dan batas laut menyurut di Amerika Utara di awal periode ini.
Periode Kapur atau Cretaceous adalah salah satu periode pada skala waktu geologi yang bermula pada akhir periode Jura dan berlangsung hingga awal Paleosen atau sekitar 145.5 ± 4.0 hingga 65.5 ± 0.3 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan periode geologi yang paling lama dan mencakup hampir setengah dari era Mesozoikum. Akhir periode ini menandai batas antara Mesozoikum dan Kenozoikum.
Periode ini ditandai sebagai suatu periode terpisah pertama kali oleh ahli geologi Belgia, Jean d’Omalius d’Halloy, pada tahun 1822 dengan menggunakan stratum di Basin Paris dan mendapat namanya berdasarkan banyaknya lapisan kapur (kalsium karbonat yang terbentuk oleh cangkang invertebrata laut, terutama coccolith) yang ditemukan pada periode Kapur Akhir di Eropa daratan dan Kepulauan Britania.
 Trias adalah suatu periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 251 ± 0,4 hingga 199,6 ± 0,6 juta tahun yang lalu. Periode ini berlangsung setelah Permian dan diikuti oleh Jura. Awal dan akhir periode Trias masing-masing ditandai dengan peristiwa kepunahan besar. Peristiwa kepunahan yang mengakhiri periode Trias baru-baru ini berhasil ditentukan waktunya secara lebih akurat, tapi sebagaimana halnya dengan periode geologi lain yang lebih tua, lapisan batuan yang mencirikan awal dan akhir teridentifikasi dengan baik, tapi waktu persis awal dan akhir periode ini memiliki ketidakpastian sebanyak beberapa juta tahun.
Semasa periode Trias, kehidupan laut dan daratan menunjukkan sebaran adaptif yang dimulai dengan biosfer yang sangat miskin setelah peristiwa kepunahan Permian-Trias. Karang dari kelompok Zoantharia muncul untuk pertama kalinya. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) mungkin mulai berkembang pada periode Trias, seperti juga vertebrata terbang pertama, pterosaurus.
            Jura adalah suatu periode utama dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 199,6 ± 0,6 hingga 145,4 ± 4,0 juta tahun yang lalu, setelah periode Trias dan mendahului periode Kapur. Lapisan batuan yang mencirikan awal dan akhir periode ini teridentifikasi dengan baik, tapi waktu tepatnya mengandung ketidakpastian sebesar 5 hingga 10 juta tahun. Jura merupakan periode pertengahan era Mesozoikum, yang dikenal juga dengan “Zaman Dinosaurus”. Awal periode ini ditandai dengan peristiwa kepunahan Trias-Jura.
Nama periode ini diberikan oleh Alexandre Brogniart berdasarkan banyaknya batu kapur laut yang ditemukan di Pegunungan Jura, di daerah pertemuan Jerman, Perancis, dan Swiss

WILAYAH PERSEBARAN FAUNA DI DUNIA MENURUT ALFRED RUSSELL WALLACE

Tempat yang berbeda dihuni jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda-beda pula. Hal ini nampak jelas/nyata ketika dunia dijelajahi. Pada tahun 1628, dalam karyanya yang berjudul The Anatomy of Melancholy, Robert Burton menulis:
Mengapa Afrika terdapat banyak binatang buas beracun, sedangkan Irlandia tidak? Atena terdapat burung hantu, Kreta tidak? Mengapa Daulis dan Thebes tidak terdapat burung layang-layang (seperti yang dikatakan Pausanias kepada kita) seperti yang terdapat di Yunani, Ithaca [tidak terdapat] terwelu, Pontus [tidak terdapat] keledai, Scythia [tidak terdapat] anggur? Darimana datangnya berbagai kompleksitas, warna, tanaman, burung, binatang buas, logam, yang khas pada hampir tiap-tiap tempat?
(Burton 1896 edn: Vol. II, 50-1)

Perbedaan zona persebaran spesies menjadi nampak jelas ketika para penjelajah ‘menemukan negeri baru’. Pada pertengahan abad delapan belas, George Leclerc, Compte de Buffon (1707-1788) menyelidiki apa yang kemudian dikenal sebagai mamalia tropis dari Dunia Lama (Afrika) dan Dunia Baru (Amerika Selatan dan Tengah). Dia menemukan bahwa mereka tidak cuma memiliki spesies tunggal dalam bentuk umum. Perbandingan lanjutan pada tanaman, serangga dan reptil Afrika dan Amerika Selatan menunjukan dengan jelas pola yang sama.

Hingga abad kesembilanbelas, telah mulai secara nyata disadari bahwa permukaan bumi dapat dibagi ke dalam zona-zona geografi hewan tumbuhan, tiap zona memiliki sekelompok binatang yang berbeda dan sekelompok tumbuhan yang berbeda. Augustin Pyramus de Candolle menghitung tanaman-tanaman dan memperkenalkan wilayah endemik (areas of endemism), yaitu zona-zona botani, yang memiliki jumlah tanaman tertentu khas pada daerah tersebut. Dia mendaftar 20 zona botani atau wilayah endemik pada tahun 1820, dan hingga tahun 1838 telah menambahkan angka lain, hingga menghasilkan jumlah 40. Pada tahun 1826, James Cowles Prichard, seorang ahli hewan, membedakan tujuh zona binatang: zona artik, zona iklim sedang, zona equator, Pulau India, Zona Papua, Zona Australia, dan wilayah paling jauh Amerika dan Afrika. William Swainson memodifikasi skema tersebut pada tahun 1835, dengan mengambil pertimbangan pada ‘lima keanekaragaman manusia yang telah dikenal’, untuk menyajikan lima zona: Zona Eropa (Kaukasian), Zona Asiatik (atau Mongolian), Zona Amerika, Zona Etiopian (atau Afrika), dan Zona Australian (atau Melayu).

Karya berpengaruh dari seorang ahli burung (Ornitologi), Philip Lutley Sclater, dan ahli geografi hewan tumbuhan dan peneliti alam terkenal dari Inggris, Alfred Russel Wallace, melampui gagasan Prichard dan Swainson pada persebaran-persebaran binatang. [dengan] menggunakan persebaran binatang, Sclater (1858) memperkenalkan dua pembagian dasar (atau “ciptaan”, seperti istilah yang dipakainya)---Dunia Lama (Creatio Paleogeana) dan Dunia Baru (Creatio Neogeana)---serta enam zona. Dunia Lama dia bagi ke dalam Eropa dan Asia sebelah utara, Afrika sebelah selatan Gurun Sahara, India dan Asia Tenggara, serta Australia dan Papua Newginie. Dunia baru dia bagi ke dalam Amerika Utara dan Amerika selatan. Skema Sclater mendorong kehebohan publikasi oleh ahli hewan berbahasa Inggris, termasuk Thomas Henry Huxley dan Joel Asaph Allen, yang masing-masing dari mereka mengungkapkan klasifikasi geografis menurut apa yang mendukung [skema mereka].
 Dalam karyanya, The Geographical Distribution of Animals (1876), Alfred Russel Wallace  mengulas sistem yang sedang bersaing, [kemudian] berpendapat secara meyakinkan dukungannya pada enam zona yang diadopsi Sclater, atau kerajaan seperti yang dijulukan Wallace kepadanya. Sistem Sclater dan amandemen tambahan dari Wallace padanya memberikan sebuah istilah yang masih bertahan hingga sekarang ini (Gambar 4.1). Gagasan lanjutan ialah variasi tambahan pada tema Sclater-Wallace. Sclater dan Wallace mengidentifikasi enam zona---Neartik, Neotropik, Palaeartik, Ethopian, Oriental, dan Australian. Secara bersama-sama, Zona Neartik dan Palaeartik membentuk Neogaea (Dunia Baru), sementara zona lainnya membentuk Palaeogaea (Dunia Lama). Sumbangan Wallacae ialah mengidentifikas sub-zona, terdiri dari empat sub per zona, yang sebagian besar berkaitan dengan zona botani dari de Candolle (Tabel 4.1).
 Bahkan, klasifikasi zona hewan tumbuhan abad sembilan belas pada intinya merupakan usaha untuk mengelompokan wilayah endemik ke dalam klasifikasi hirarkis menurut daya keterkaitannya. Seharusnya perlu juga dicatat bahwa C. Barry Cox (2001), dalam penyelidikannya pada zona-zona geografi hewan tumbuhan, menganggap [penggunaan] istilah Neotropis, Neartik, dan Palaeartik menjadi tidak praktis dan tidak berguna, lebih memilih menggunakan istilah Amerika Selatan, Amerika Utara dan Eurasia sebagai pilihan lain yang lebih sederhana.

Tanpa diduga dan patut diperhatikan bahwa persebaran spesies dengan kemampuan yang baik, termasuk tanaman, serangga dan burung, cenderung masuk ke dalam batas-batas zona zoogeografis secara tradisional. [dalam] dunia burung Amerika Utara dan Eropa terdapat beberapa famili dan bermacam genera dimana kedua wilayah tersebut tidak saling terkait [satu sama lain], bahkan meskipun penyebaran menyeberang Atlantik utara hingga Samudera Pasifik oleh ‘pendatang tak diundang’  sering terjadi setiap tahun. Begitu juga taxa burung migrant jarak jauh pun cenderung menetap di belahan [bumi] timur atau di belahan [bumi] barat, yang mana mereka bermigrasi antara garis lintang tinggi dan rendah, serta menunjukan kecenderungan lemah pada penyebaran timur-barat antar benua.

Zona Mamalia

Dari enam zona fauna yang digambarkan oleh Sclater dan Wallace, Zona Palaeartik atau Eurasian adalah yang paling luas. Hal itu termasuk Eropa, Afrika bagian utara, Timur dekat, dan sebagian besar Asia (tapi tidak termasuk sub benua India atau Asia Tenggara). Fauna mamalianya cukup kaya dengan sekitar 40 famili. Hanya dua dari famili tersebut merupakan endemik zona Palaeartik---tikus pondok buta (Spalacidae) dan tikus gurun (Seleviniidae), diwakili oleh satu spesies, dzhalman, yang merupakan seekor pemakan serangga kecil (Tabel 4.2).

Zona Neartik atau Zona Amerika Utara mencakup hampir seluruh Dunia Baru sebelah utara dari Meksiko tropis. Faunanya bermacam-macam dan termasuk famili dengan sebagian besar zona tropis, seperti kelelawar bersayap kantong atau kelelawar berekor-sarung (Emballonuridae), kelelawar vampir (Desmodontidae), dan babi sigung atau babi liar (Tayassuidae), serta sebagian besar famili zona subartik, semisal tikus loncat (Zopodidae), beaver (Castoridae), dan beruang (Ursidae). Hanya dua famili neartik yang termasuk endemik pada wilayah tersebut . Aplodontidae, yang terdiri dari satu spesies, beaver gunung atau swellel (Aplondontia rufa), dan Antilocapridae, yang juga terdiri satu spesies, Rusa bertanduk garpu (Antilocapra americana). Dua famili lainnya mayoritas adalah endemik: hewan pengerat berkantung (Geomydae) hidup di Amerika Utara, Amerika tengah, dan Kolombia bagian utara; serta tikus kanguru dan tikus berkantung (Heteromydae) hidup di Amerika Utara, Meksiko, Amerika tengah, dan Amerika Selatan bagian barat laut.

Zona Neotropis atau Zona Amerika Selatan mencakup seluruh Dunia Baru sebelah selatan Meksiko tropis. Dirinya memiliki sekitar 27 famili endemik mamalia, termasuk 12 famili binatang pengerat caviomorph dan 7 famili kelelawar (Tabel. 4.2).

Zona Ethopian meliputi Madagaskar, Afrika bagian selatan dari garis/batas yang agak tidak dapat ditentukan [secara jelas] yang membentang sepanjang Gurun Sahara, dan secarik/bagian wilayah selatan Semenanjung Arab. Zona tersebut memiliki sekitar 15 famili endemik, hampir sama banyaknya seperti zona Neotropis, termasuk dua keluarga celurut (tikus mondok emas dan celurut berang-berang) dan 5 famili binatang pengerat (Tabel 4.2). Dua famili lainnya---celurut gajah (Macroscelididae) dan gundi (Ctenodactylidae)---hidup hanya di Afrika, tapi menyebar hingga sebelah utara benua, yang merupakan bagian dari zona Palaeartik.

Zona Oriental mencakup India, Indo-China, China bagian selatan, Malaysia, Kepulauan Filipina dan Indonesia sampai batas timur jauh garis Wallace. Zona Oriental hanya memiliki lima famili endemik (Tabel 4.2): Dormis duri (Platacanthomyidae), tupai/celurut pohon (Tupaiidae), Tarsius (Trasiidae), Kubung atau lemur terbang (Cynocephalidae), dan satu famili kelelawar endemik---Craseonycteridae---diwakili oleh spesies tunggal yang dikenal sebagai kelelawar Kitti hidung-babi atau kelelawar tawon bambo (Craseonycteris thonglongyai), yang ditemukan di Tailand pada tahun 1973.

Zona Australian termasuk daratan utama Australia, Tasmania, Papua Newgunie, Sulawesi, dan berbagai pulau-pulau kecil di Indonesia. Dirinya memiliki kira-kira 19 famili mamalia endemik (tabel 4.2).


Penerapan metode modern klasifikasi numeris pada persebaran mamalia menunjukan persamaan serta perbedaan zona-zona geogafi hewan tumbuhan. Dengan menggunakan [teknik] multidimensi dalam membuat skala data persebaran dari 115 famili mamalia (seluruhan famili laut dan famili manusia diabaikan), dalam 24 subzona dari Wallace, Charles H. Smith (1983) menggambarkan zona-zona yang sama untuk skema Sclater-Wallace itu, tapi [juga] muncul perbedaan yang berarti. Dalam sistem Smith, terdapat empat zona---Holarctic, Amerika Latin, Afro-Tethyan, dan Kepulauan---serta sepuluh sub-zona (gambar 4.2). Zona Holarctic terdiri dari sub-zona Neartik dan Palaeartik; zona Amerika Latin terdiri sub-zona Neotropis dan Argentin; Afro-Tethyan terdiri dari sub-zona Mediteranian, Ethopian dan Oriental; dan zona Kepulauan terdiri dari sub-zona Australian, Hindian Barat, dan Madagaskan. Setiap sub-zona sama uniknya sehingga dirinya dapat dibandingkan dengan semua sub-zona lainnya. Beberapa keistimewaan sistem Smith yaitu menantang [untuk diperdebatkan]. Pertama, sistemnya mengungkapkan persamaan yang dekat antara famili mamalia dari Zona Ethiopian dan Oriental. Kedua, sistemnya menggolongkan sub-zona Mediteranian ke dalam Zona Ethiopian, jadi mengeluarkannya dari zona Palaeartik. Ketiga, sistemnya mempertimbangkan Madagaskan dan Hindian Barat ke sub-zona kepulauan yang berbeda, menyingkirkannya dari zona Ethiopian dan Zona Neotropis, secara berturut-turut.

Menunjukkan kekayaan zonasional dan endemisitas famili mamalia dalam zona dan sub-zona sistem Smith. Dari 115 famili mamalia yang dipakai dalam analisis, 43 (37 persen) merupakan endemik sub-zona. Endemisitas paling rendah dari sub-zona berada di sub-zona Palaeartik, yang tidak memiliki famili endemis sama sekali, dan terbanyak di sub-zona neotropis, dengan sembilan famili endemis. Analisis Smith juga menunjukkan bahwa sub-zona Neartik, Palaeartik, Mediteranian memiliki persamaan yang tinggi dengan fauna di sub-zona lainnya, dimana sub-zona Argentin dan Australian memiliki persamaan yang rendah dengan fauna di sub-zona lainnya. Selanjutnya, sifat dasar fauna Neotropis, Argentin, Ethiopian, Australian, Hindian Barat, dan Madagaskan mencerminkan pengaruh isolasi atau tidak dapat dimasuki (atau keduanya).



Zona Tumbuhan

Dalam [karya] The Geography of the Flowering Plants (1974), ahli tumbuhan berkebangsaan Inggris, Ronald Good mengikhtisarkan pesebaran kehidupan tumbuhan berbunga (angiosperm) dengan mengadaptasi skema yang ditemukan oleh Adolf Engler selama tahun 1870-an. Good menggambarkan enam zona tumbuhan utama, walaupun dirinya menyebutnya sebagai “kerajaan”; zona sub-artik, zona Palaeotropis, zona Neotropis, zona Australian, zona Afrika Selatan (Cape), dan zona tumbuhan Antartika. Setiap zona tersebut terdiri dari sejumlah sub-zona (Good menyebutnya sebagai zona), yang jumlah keseluruhannya 37 (Gambar 4.3). (kelompok “kerajaan” tumbuhan yang sama juga digambarkan oleh Armen L. Takhtajan pada tahun 1986). Zona tumbuhan subartik merentang [dari] Amerika Utara dan Asia, yang didiami berbagai famili, termasuk birch, alder, hazel, dan hornbeam (Batulaceae), mustar/kubis-kubisan (Cruciferae), mawar kuningmuda (Primulaceae), dan buttercup (Ranunculaceae). Enam sub-zona yang dikenal: Artik dan subartik, Asia bagian timur, Asia bagian barat dan tengah, Mediteranian, Eropa-Siberia, dan Amerika Utara.
Zona Paleotropis mencakup hampir semua Afrika, semenanjung Arab, India, Asia tenggara, dan sebagian wilayah Pasifik bagian barat dan tengah. Sub-zona tidak sepenuhnya disepakati/disetujui tapi Malesia, Indo-Afrika, dan Polynesia secara umum [telah] dikenal. Sub-zona Malesian sangat kaya akan bermacam bentuk dengan sekitar 400 genus endemik. Madagaskar, yang merupakan bagian sub-zona Indo-Afrika tetapi terkadang dianggap sebagai zona terpisah, memiliki 12 famili endemik dan 350 genus endemik. Zona Neotropis mencakup hampir semua wilayah Amerika Selatan, kecuali ujung selatan dan jalur barat daya, Amerika tengah, Meksiko (pengecualian pada bagian utara yang kering dan bagian tengah), dan Hindian Barat serta ujung selatan Florida. Zona ini sangat kaya dengan bunga-bungaan, ditempati 47 famili endemik dan hampir sekitar 3.000 genus endemik. Zona Cape Afrika Selatan, untuk ukurannya yang kecil, kaya akan tanaman dengan 11 famili endemik dan 500 genus endemik. Zona Australia sangat berbeda dengan 19 famili endemik, 500 genus endemik, dan lebih dari 6.000 spesies tumbuhan berbunga. Zona Antartika memiliki geografi yang tidak biasa dan termasuk jalur pantai Chili dan ujung selatan Amerika Selatan, kepulauan Antartika dan Sub-Antartika, serta Selandia Baru. Sub-zona dari sub-antartika (Cili bagian selatan, Patagonia, dan Selandia baru) mempunyai flora yang berbeda terdapat sekitar 50 genus, dimana pantai selatan (Nothofagus) merupakan sebuah unsur yang khas.

Persamaan dan Perbedaan [antar] Zona
Perbandingan dan Perbedaan antar Takson
Zona binatang mamalia di dunia saling terkait satu sama lain dengan cara yang rumit, begitu juga zona tumbuhan seluruh dunia. Keterkaitan pada tingkat spesies sangatlah lemah, kecuali antara zona Eurasia dengan Amerika Utara, tapi sebagian zona memiliki kesamaan genus dan famili. Setiap zona geografi hewan tumbuhan memiliki dua kelompok famili: mereka yang merupakan endemik atau khas pada zona tersebut, dan mereka yang sama-sama mendiami/menyebar di zona lainnya. Walaupun tidak terdapat sistem kesepakatan dalam menamai takson yang sama (spesies, genus, famili atau apapun), sebuah sistem susunan mengusulkan bahwa takson yang sama-sama berada diantara dua zona hewan tumbuhan disebut kekhasan (charaterisctic), dan takson yang terdapat diantara tiga atau empat zona hewan tumbuhan merupakan semi-kosmopolitan, dan takson yang sama-sama berada diantara lima atau lebih zona hewan tumbuhan ialah kosmopolitan (cosmopolitan). Hubungan antar zona ditentukan melalui percampuran sebagian komponen fauna ataupun flora. Komponen flora Malesian [sekarang] terdapat di hutan hujan tropis Queensland bagian timur laut, Australia. Flora Antartika dan Palaetropis bercampur di Pulau Selatan Selandia baru, Tasmania, dan Pegunungan Asutralia. Persamaan yang kuat zona fauna Ethiopian dan Oriental tercermin dalam sejumlah famili yang sama: tikus bambu (Rhizomyinae), gajah (Elephantidae), badak (Rhinocerotidae), kancil (Tragulidae), loris dan kongkang (Lorisidae), galago atau monyet malam (Galagonidae), kera (Pongidae), dan Trenggiling dan trenggiling bersisik (Manidae).
Perbandingan Zona Flora dan Fauna

Zona tumbuhan utama dan zona hewan utama hampir kongruen, tetapi terdapat perbedaan penting diantara mereka. Pertama, disebabkan oleh kemampuan menyebar yang lebih baik dari sebagian tumbuhan dibanding binatang darat, zona tumbuhan cenderung kurang jelas [batasannya] dibandingkan dengan zona binatang. Kedua, walaupun zona tumbuhan sub-artik ialah sama dengan gabungan zona binatang Eurasian dan Amerika Utara (zona Holoartik), sub-zona flora Amerika Utara berbeda dari zona fauna Neartik dalam arti bahwa  dirinya tidak menempati seluruh wilayah Florida atau Baja Kalifornia. Zona tumbuhan Palaeotropis adalah sama jika dibandingkan pada gabungan zona fauna Ethiopian dan Oriental atau sebagian besar zona Afro-Tethyan milik Smith, dengan tidak memasukan Mediteranian, yang secara tumbuhan merupakan kelompok zona sub-artik. Zona tumbuhan Australian rata-rata cocok/sesuai dengan zona fauna Australian, walaupun garis pembagian dengan zona Asian terletak antara Australia dan Papua, daripada zona faunanya yang agak lebih ke barat. Pastinya, sangat membingungkan bahwa flora papua adalah Palaeotropis sedangkan faunanya Australian.  Zona flora neotropis dalam berbagai hal sesuai dengan zona faunan Neotropis, tetapi zona flora neotropis, tidak seperti zona fauna neotropis, terbawa hingga di Baja Kalifornia dan ujung selatan Florida. Zona flora Cape, yang mendiami ujung selatan Afrika, tidak menunjukan kesamaan dengan zona faunanya. Zona flora Antartika, seperti zona flora Cape, tidak memiliki persamaan dalam zona fauanya, termasuk Amerika Selatan bagian selatan dan Selandia baru, dan sebagian anggotanya ditemukan di Tasmania dan Australia bagian tenggara.

Zona Peralihan dan Filter

Berbagai jenis pembatas, sebagian besar ditentukan oleh iklim, pegunungan, dan perairan pemisah, memisahkan zona flora dan fauna utama. Dua perairan pemisah---Selat Bering dan Laut Norwegia, dimana keduanya mengalami iklim dingin---memisahkan zona Amerika Utara dari zona Eurasian. Daratan-penghubung yang sempit (Tanah Genting Panama), mengganti pemisah perairan yang disebut di awal, bertindak sebagai filter antara Amerika Utara dan Amerika Selatan, dengan kondisi kering yang berada di sebelah utara daratan penghubung di Meksiko. Gurun Sahara memisahkan zona Palaeartik dari zona Ethiopian. Zona Ethiopian tersekat oleh zona Oriental melalui daerah kering di Asia barat daya dan Semenanjung Arab. Himalaya serta bentangannya ke arah timur menciptakan pembatas yang dashyat antara zona Oriental dengan zona Palaeartik. Di zona tersebut kadangkala disebutkan Wallacea, serangkaian perairan pemisah merintangi jalan antara zona Oriental dengan zona Australian.

Perbatasan antar zona hewan tumbuhan dapat dilewati dengan berbagai tingkat kesulitan atau kemudahan. Kadangkala dengan kondisi lingkungan dalam wilayah perbatasan memberi peluang akses antar wilayah yang tidak terhalangi. Perbatasan terbuka pernah sekali ada antara Alaska dan Siberia ketika, selama kala Pleistosen, disana [masih] terdapat daratan penghubung yaitu wilayah kering yang melintasi apa yang sekarang disebut sebagai Selat Bering. Perbatasan lainnya cenderung bertindak sebagai penghalang dan pencegah melintasnya sebagian spesies dari satu zona hewan tumbuhan ke zona lainya. Dalam banyak kasus, wilayah perbatasan merupakan peralihan antara  flora atau faunan dari sebuah zona hewan tumbuhan yang bercampur dengan flora dan fauna dari zona hewan tumbuhan yang saling berdekatan. Dua kasus berikut ini akan menjelaskan [zona peralihan] tersebut.

Wallacea

Zona [wilayah] peralihan geografi hewan yang paling terkenal antara garis Lydekker dan garis Wallace ialah apa yang kadang disebut sebagai Wallacea (Gambar 4.4). Fauna Oriental dan Australian berkelompok satu sama lain ke dalam wilayah luas Wallacea. Fauna dari kedua zona tersebut semakin berkurang sepanjang zona peralihan. Garis Wallace, yang melewati antara Bali dan Lombok dan Sepanjang Selat Makasar antara Kalimantan dan Sulawesi, menandai bentangan paling timur dari keseluruhan fauna Oriental. Beberapa spesies Oriental (celurut, musang, babi, rusa, monyet) telah berkoloni di Sulawesi dan Bali, tapi secara genetik mereka berbeda dari kerabatnya di zona Oriental. Sangat sedikit spesies Oriental, dari semua yang barangkali telah diperkenalkan, terdapat di kepaluan hingga wilayah timur jauh seperti Timor, tetapi tidak satupun spesies Oriental hidup di luar batas tersebut. Garis Lydekker, yang merentang antara daratan utama Australia dan Timor dan antara Pulau Papua dan Seram dan Halmahera, mengikuti tepi landas benua Australia (Dangkalan Sahul). Dirinya menandai  batas paling barat dari keseluruhan fauna Australia. Beberapa spesies Australia hidup di sebagian pulau-pulau kecil yang agak ke barat, ke barat sejauh Sulawesi dan Lombok. Garis Weber  bergerak di sebelah barat Maluku dan Timur Timor, dan menandai tempat dengan percampuran yang mirip antara spesies Oriental dengan Australian. Dirinya dipahami oleh sebagian ahli sebagai garis pemisah antara fauna Oriental dengan Australian. Akan tetapi, penyelidikan pada garis pembagi secara mutlak semacam itu pada zona peralihan secara tegas nampaknya tidak berarti/sia-sia.


Tanah Genting Panama

Amerika Selatan sekarang ini terhubung dengan Amerika Utara, tetapi, untuk hampir lebih dari 65 juta tahun terakhir atau kira-kira seperti itu, dirinya merupakan sebuah pulau-benua. Selama masa itu, dari sekitar 40 hingga 36 juta tahun yang lalu, persambungan daratan dengan Amerika Utara barangkali sudah ada dalam bentuk rangkaian kepulauan. Dari 30 juta hingga 6 juta tahun yang lalu, Amerika Selatan masih merupakan sebuah pulau besar dan mamalia tidak memiliki peluang berinteraksi dengan zona fauna lainnya. Bahkan sama seperti sekarang ini pada waktu 6 juta tahun yang lalu, Palung Bolivar menghubungkan Laut Karibia dengan Samudera Pasifik serta menghalangi jalan lintas binatang/mamalia. Hingga 3 juta tahun yang lalu, sebuah daratan penghubung---jembatan darat Panama---telah terbentuk sehingga memberi pintu gerbang bagi pertukaran fauna antara Amerika Utara dengan Selatan. Banyak mamalia dengan mudah masuk ke dalam Amerika Selatan.  Jalan lintas tersebut adalah jalan lintas dua arah dan disebut sebagai Pertukaran Besar Amerika (Great American Interchage). Sekarang, Tanah Genting Panama adalah seperti sebuah [wilayah] penyaring/filter.

LOKAL DAN KOSMOPOLITAN: POLA-POLA PERSEBARAN

Semua spesies, genus, famili dan sebagainya memiliki suatu rentang atau persebaran geografis.  Rentang persebaran [dapat] diukur dari beberapa meter persegi hingga mencapai keseluruhan wilayah muka bumi. Lingkungan fisik, lingkungan tempat hidup, dan sejarah menentukan batas-batas mereka. Mereka cenderung mengikuti beberapa pola dasar tertentu---besar atau kecil, penyebaran atau keterhalangan, malaran atau keterpisahan.

Besar atau kecil, menyebar atau terhalang

Spesies endemik hidup hanya pada satu tempat, tidak masalah seberapa besar atau kecil tempat tersebut. Seekor spesies dapat menjadi endemik di seluruh Australia atau endemik hanya pada beberapa meter persegi di gua Rumania. Spesies pandemik hidup di semua tempat. Puma atau singa gunung (Felis concolor), sebagai contoh, merupakan spesies pandemik dikarenakan dirinya menempati hampir semua wilayah Dunia Baru bagian barat, dari Kanada hingga Tierra del Fuego (Gambar 4.1). Dirinya juga merupakan spesies endemik dari zona tersebut dikarenakan dia tidak hidup di tempat lain. Spesies kosmopolitan mendiami seluruh dunia, meskipun tidak berada di semua tempat. Hal itu dimungkinkan bagi spesies kosmopolitan untuk berada di sejumlah lokalitas kecil di semua benua.
Pada umumnya, spesies pandemik atau kosmopolitan memiliki persebaran luas, sedangkan spesies endemik memiliki persebaran yang terbatas. Beberapa spesies mamalia ukuran kecil dan ukuran sedang di Eropa memiliki persebaran endemik serta terbatas, termasuk terwelu castroviejo (Lepus castroviejoi), tikus sawah gerbe (Microtus gerbei), tikus salju Balkan (Dinaromys bogdanovi), dan hamster Romania (Mesocricetus newtoni) (Gambar 4.5). Kapibara (Hydrochoerus hydrocaeris), hewan pengerat terbesar yang masih hidup, merupakan endemik Amerika Selatan. Dirinya juga termasuk pandemik, tersebar lebih dari separuh wilayah benua tersebut. Perbedaan antara penyebaran atau keterhalangan seringkali terletak pada keadaan dan ketiadaan spesies tersebut dalam benua-benua atau zona-zona hewan tumbuhan.

Spesies mikro-endemik

Sebagian spesies memiliki persebaran yang sangat terbatas atau mikro-endemik, hidup dalam sebuah populasi tunggal dalam wilayah kecil. Ikan pup Lubang Iblis (Cyprinodon diabolis) [hidup] terbatas pada satu sumber mata air panas yang keluar dari sisi gunung di Nevada barat daya, Amerika (Moyle dan Williams 1990). Vole Amargosa (Microtus californicus scirpensis) mendiami rawa air tawar sepanjang jalur yang terbatas dari Sungai Amargosa di daerah kabupaten Inyo, Kalifornia, Amerika (Murphy dan Freas 1988).  Kupu-kupu lurik bulu hitam (Strymonidia pruni) terbatas pada beberapa tempat di Inggris tengah dan Eropa tengah serta Eropa timur.

Famili Tumbuhan Endemis

Dua famili tumbuhan bunga yang endemis dan terbatas ialah Degeneriaceae yang terdiri dari satu spesies pohon, Degeneria vitiensis,  yang tumbuh di pulau Fiji. Leitneriaceae juga terdiri dari satu spesies---Leitneriales florida (Leitneria floridana). Semak-semak tumbuhan peluruh merupakan tumbuhan asli pada wilayah berpaya/berawa di Amerika bagian tenggara dimana dirinya [sering biasanya] dimanfaatkan sebagai pengapung untuk menangkap ikan.

2. Pengertian fauna tiap zona

Ø FAUNA PALEARTIK
iWilayah persebaran fauna Paleartik meliputi hampir seluruh daratan Eurasia dan beberapa daerah lain seperti kawasan pegunungan Himalaya, Afganistan, Afrika, Inggris dan Jepang. Keadaan lingkungan di wilayah ini cukup bervariasi, antara lain memiliki perbedaan suhu yang tinggi dan curah hujan yang berbeda-beda.
Beberapa jenis fauna yang hidup jenis fauna yang hidup di wilayah Paleartik antara lain :
  1. Fauna khas seperti tikus, bison, landak dan menjangan kutub.
  2. Fauna yang terbatas penyebarannya seperti unta, rusa kutub dan beruang kutub.
  3. Beberapa jenis reptil yang berhubungan dengan fauna Ethiopian dan Oriental
  4. Fauna endemik yang hanya terdapat di daerah Cina, yaitu beruang Panda.
                    
Beruang Panda                                                               Tikus

      
Rusa Kutub                                                                           Bison


                                                                Beruang Kutub

Ø FAUNA ETHIOPIAN
iWilayah fauna Ethiopian meliputi seluruh daratan benua Afrika, Madagaskar dan daratan Arab bagian selatan. Keadaan lingkungan wilayah Ethiopian relatif seragam. Di bagian utara wilayah Ethiopian terdapat Gurun Sahara yang merupakan padang pasir terluas di dunia. Gurun ini menjadi barier atau pembatas antara wilayah Ethipian dengan wilayah Paleartik.
Wilayah Ethiopian memiliki kurang lebih 160 vertebrata darat, dan memiliki beberapa fauna khas.
  1. Fauna khas di wilayah daratan Afrika misalnya gajah, singa, cheetah, hyena, jerapah, zebra, unta dan badak afrika
  2. Fauna yang mirip dengan daerah Oriental adalah jenis kucing dan anjing, lemur, baboon, gorila dan simpanse.
  3. Fauna khas pulau Madagaskar misalnya kudanil kecil (Pygmyhippopotamus) dan beberapa burung endemik seperti burung gajah besar.
             
Cheetah                                                                singa

                   
Jerapah                                                                         Zebra
        
Unta                                                            Gajah Afrika
                             
Burung Unta                                                                   Kudanil
                                          
                                                                             Gorilla
Ø FAUNA ORIENTAL
iWilayah fauna Oriental meliputi Benua Asia beserta pulau-pulau disekitarnya meliputi Srilangka, Filipina  dan wilayah fauna Indonesia bagian barat dan tengah yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi.
Kondisi lingkungan fisik wilayah Oriental cukup bervariasi, sebagian besar beriklim tropis sehingga banyak terdapat hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna. Beberapa fauna khas yang hidup di wilayah Oriental antara lain :
  • Harimau, gajah, gibbon, orang utan, bekantan, monyet, badak bercula satu, menjangan, antelop, tapir, babi rusa.
  • Terdapat beberapa fauna endemik yang hanya hidup di daerah tertentu, misalnya anoa di Sulawesi dan komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya
               
Badak Bercula Satu                                                                                 Gajah
                                   
Bekantan - Keran berhidung besar yang hidup di pulau Kalimantan     Gibbon
        
Orang Utan                                                                      Monyet
  
Harimau                                                                                          Tapir
 
Babi Rusa                                                                                     Anoa
Komodo
Ø PERSEBARAN FAUNA DI DUNIA ( Australia )
iWilayah persebaran fauna pertama kali diperkenalkan oleh Sclater (1858) dan kemudian dikembangkan oleh Huxley (1868) dan Wallace (1876). Ada beberapa faktor alam yang mempengaruhi persebaran fauna di dunia yang bersifat menghambat, yaitu faktor-faktor fisikyang berhubungan dengan keadaan di bumi, misalnya :
  1. perairan (sungai, danau, laut)
  2. daratan (gunung, lembah, jurang, padang pasir dll)
  3. iklim (suhu, tekanan udara, kelembaban dll)
Alfred Russel Wallace mengelompokkan persebaran fauna di dunia menjadi 6 wilayah, yaitu :
Wilayah persebaran fauna di dunia
Kawasan persebaran fauna paleartik meliputi bagian utara benua Asia dan Eurasia, Himalaya, Afghanistan, Persia, Afrika, Inggris dan Jepang.
Kawasan ini meliputi daerah Holartic, yaitu meliputi seluruh Amerika Utara, dataran tinggi Meksiko dan Greenland
Persebaran fauna Etipian ini meliputi daerah Afrika sebelah selatan, gurun Sahara, Madagaskar dan wilayah Arabia bagian selatan.
Wilayah persebaran fauna oriental meliputi seluruh Asia Tenggara dan selatan termasuk Indonesia bagian barat.
Daerah yang termasuk dalam wilayah persebaran fauna Australis adalah benua Australia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau-pulau kecil di sekitar samudera Pasifik.
Daerah persebaran fauna Neotropical terbentang dari Amerika Selatan, Meksiko bagian selatan, termasuk Amerika Tengah

Ø FAUNA NEOTROPIK
iWilayah fauna Neotropik tersebar dari Meksiko bagian selatan sampai Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kondisi wilayah Neotropik sebagian besar beriklim tropis dan di Amerika Sealatan lebih banyak yang beriklim sedang.
Beberapa jenis fauna khas yang  hidup di wilayah fauna ini antara lain :
Kukang, armadillo, alpaka, kelelawar penghisap darah, orang utan, siamang, trenggiling, menjangan, sejenis babi, kuda, kera dan tapir (berbeda dengan tapir Asia terutama pada punggungnya.
    
Alpak                                                                       Armadillo
 
Kukang                                                            Kelelawar penghisap darah
  
Trenggiling                                                                                          Siamang
Ø FAUNA NEARTIK
Wilayah fauna Neartik terdapat dibelahan bumi utara tepatnya di wilayah benua Amerika bagian utara dan seluruh wilayah Greenland. Pada wilayah persebaran ini terdapat beberapa bioma yang mendominasi kawasannya, antara lain :
  1. Amerika Utara bagian timur banyak ditumbuhi oleh vegetasi hutan gugur.
  2. Amerika Utara bagian tengah terdiri atas bioma padang rumput
  3. Amerika Utara bagian utara didominasi oleh bioma taiga yang memiliki hutan konifer yang sangat luas.
  4. Lingkungan fisik wilayah Greenland tertutup oleh salju dengan ketebalan yang sulit ditentukan
Beberapa jenis fauna khas di wilayah Neartik antara lain :
Antelop bertanduk cabang tiga, prairie dog sejenis tupai dari Amerika Utara, kolkum (kalkun), burung biru, salamander, bison, karibou, mockingbird dan muskox.
 
Kalkun                                                                               Antelop
  
Burung Biru                                                                                 Bison
                     
Karibou                                                                              Muskox
                 
Salamander Pseudotriton - hidup di rerumputan                                Tupai Amerika Utara
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BlueDunhil - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger